Venezuela Keluarkan Tahanan sebagai Langkah Damai: Apa yang Perlu Kita Ketahui
Penulis
Venezuela telah mengumumkan rencana untuk membebaskan sejumlah tahanan dalam upaya mencari perdamaian setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat. Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan bahwa pembebasan tersebut akan dilakukan segera dan mencakup warga negara Venezuela serta asing, namun tidak menyebutkan jumlah pasti atau siapa saja yang akan dibebaskan.
Latar Belakang
Penangkapan Maduro beberapa hari yang lalu oleh pasukan militer Amerika Serikat dan dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba telah menyebabkan keadaan politik di Venezuela menjadi tidak stabil. Sejak penangkapan itu, pejabat Amerika Serikat telah berusaha membentuk pemerintahan sementara di Venezuela dan menuntut pembebasan tahanan politis, antara lain.
Reaksi Internasional
Setelah pengumuman Rodríguez, Kementerian Luar Negeri Spanyol mengkonfirmasi bahwa lima warga negara Spanyol, termasuk satu orang yang memiliki kewarganegaraan ganda, telah dibebaskan dan sedang dalam perjalanan kembali ke Spanyol. "Mereka akan segera kembali ke rumah dengan keluarga mereka," kata Menteri Luar Negeri José Manuel Albares.
Pemerintah Spanyol menyambut baik keputusan ini sebagai langkah positif dalam fase baru yang sedang dihadapi Venezuela. Sementara itu, aktivis hak asasi manusia Venezuela, Alfredo Romero, mengatakan bahwa organisasinya, Penal Forum, akan memverifikasi setiap pembebasan.
Tahanan Politik
Venezuela telah lama dituduh menahan tahanan politis oleh pemerintah oposisi dan pemerintah asing. Pemerintah Venezuela selalu membantah tuduhan ini dan menganggap laporan internasional tentang penahanan sewenang-wenang sebagai "tidak bertanggung jawab, bias, dan intervensi".
Setelah pemilu presiden Venezuela yang dipertanyakan pada 2024, lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam penindakan oleh pasukan pemerintah, menurut Amnesty International. Menurut Penal Forum, 863 tahanan politis masih dipenjara hingga awal Januari.
Penanganan Tahanan Politik
Banyak dari tahanan ini dipenjara di fasilitas penjara El Helicoide di Caracas, yang awalnya dibangun sebagai pusat perbelanjaan tetapi sekarang menjadi markas intelijen Venezuela dan penjara yang terkenal. Venezuela telah menghadapi tuduhan penyalahgunaan terhadap tahanan politis di El Helicoide dan tempat lain.
Investigasi oleh Human Rights Watch pada 2025 menemukan bahwa banyak tahanan politis dipenjara tanpa komunikasi selama periode yang lama, dilarang mengunjungi keluarga dan perwakilan hukum. Direktur HRW untuk Amerika, Juanita Goebertus, menggambarkan perlakuan terhadap tahanan politis sebagai "bukti yang mengerikan tentang kekejaman penindasan di Venezuela".
Admin
Penulis di Ngabari