Siapa Diosdado Cabello?
Penulis
---
Dalam dini hari hari Sabtu, tak lama setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap, dibutakan, dan dibawa ke Amerika Serikat, sebuah video muncul menampilkan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dikelilingi oleh sekelompok pria bersenjata di Caracas.
Penangkapan Maduro adalah "serangan kriminal dan terorisme terhadap rakyat kami," kata Cabello, yang mengenakan rompi anti peluru dan helm. Langit masih gelap, dan suara drone terdengar di atas.
"Saya meminta rakyat untuk tetap tenang," Cabello melanjutkan. "Percayalah pada kepemimpinan kami. Percayalah pada pemimpin militer dan politik kami dalam situasi yang kami hadapi."
Siapa Diosdado Cabello?
Cabello, 62 tahun, adalah salah satu pejabat rezim yang tersisa dari era presiden Hugo Chávez. Ia adalah seorang yang percaya pada ideologi Chávez dan secara pribadi terlibat dalam kudeta gagal Chávez pada tahun 1992.
Cabello membantu Chávez membangun gerakan politiknya dan kemudian menjabat sebagai wakil presiden. Selama kudeta anti-Chávez yang gagal pada tahun 2002, Cabello bahkan menjadi presiden selama beberapa jam sebelum mundur untuk membiarkan Chávez kembali berkuasa.
Indikasi dan Sanksi
Pada tahun 2018, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Cabello, istrinya, dan saudaranya karena "penyelundupan narkotika". Dua tahun kemudian, Amerika Serikat secara resmi menuduh Cabello dan menawarkan hadiah $10 juta (sekarang $25 juta) untuk penangkapannya, dengan tuduhan bahwa ia adalah tokoh kunci dalam "Cartel de los Soles", sebuah jaringan penyelundupan narkotika yang diduga dipimpin oleh tokoh-tokoh dalam pemerintah Venezuela.
Cabello telah membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai "kebohongan besar". Namun, hak asasi manusia dan organisasi lainnya telah menuduh Cabello dan kementrian dalam negerinya melakukan penindakan terhadap lawan politik dan aktivis.
Masa Depan Cabello
Profesor Brian Fonseca dari Florida International University percaya bahwa masa depan Cabello, seperti banyak tokoh dalam rezim Venezuela, dalam bahaya.
"Cabello dalam mode bertahan hidup," kata Fonseca. "Jika Amerika dapat menangkap Maduro, itu是一 pesan kepada Cabello, Rodríguez, dan Padrino: tidak ada yang tidak dapat disentuh."
Cabello berada dalam posisi unik yang sulit untuk membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, menurut Fonseca. Selain sanksi dan tuduhan yang berat, keyakinan pribadinya mungkin menghalangi kompromi.
"Ia harus memilih antara memoderasi atau menghilang," kata Fonseca. "Ia telah menghabiskan seluruh hidupnya dalam oposisi terhadap Amerika Serikat. Itu sangat sulit untuk mundur. Saya pikir kesempatan terbaiknya adalah pengasingan, penjara, atau bertarung sampai mati."
---
Admin
Penulis di Ngabari