Internasional

Pankisi Valley, sebuah lembah terpencil di Georgia,

A
Admin

Penulis

11 Januari 2026, 06:00 WIB 8 views 2 menit baca
Bagikan:

---

Introduksi

Pankisi Valley, sebuah lembah terpencil di Georgia, telah lama memiliki reputasi yang terbentuk oleh berita-berita tentang kekerasan dan terorisme. Namun, kenyataannya, lembah ini menawarkan keindahan alam dan budaya unik yang patut dijelajahi. Pankisi Valley terletak di ujung timur Eropa, dekat perbatasan dengan Rusia dan Chechnya.

Reputasi yang Terbentuk

Pada awal 2000-an, Pankisi Valley menjadi tempat pengungsian bagi orang-orang Chechnya yang melarikan diri dari perang di tanah air mereka. Rusia kemudian mengklaim bahwa beberapa dari mereka adalah mantan militan. Setelah serangan 11 September 2001, Amerika Serikat menyatakan bahwa operatif al Qaeda hadir di Pankisi dan berspekulasi bahwa Osama bin Laden juga berada di antara mereka - klaim yang tidak pernah terbukti. Stigma ini semakin dalam pada 2010-an, ketika ISIS merekrut puluhan warga lembah ini.

Perubahan dan Kemajuan

Namun, hari ini, Pankisi Valley telah berubah. Laporan tahun 2023 dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mendeskripsikan Pankisi sebagai "damai". Pencarian online tentang Pankisi Valley sekarang mengembalikan daftar tur berkuda, bengkel felt, dan kelas membuat khinkali dumpling, bukan laporan tentang ekstremisme Islam. Meskipun Departemen Luar Negeri AS masih memperingatkan warga AS untuk tidak bepergian ke wilayah tersebut, banyak orang masih melakukan perjalanan ke sana.

Wisata di Pankisi Valley

Wisata di Pankisi Valley masih relatif baru dan terbatas dibandingkan dengan destinasi lain di Georgia. Namun, minat telah tumbuh seiring dengan munculnya akomodasi dan operator tur yang mulai memasukkan lembah ini dalam itinerary mereka. Karolina Zygmanowska, seorang pemandu wisata dengan Weekend Travelers Georgia, memulai tur ke Pankisi dua tahun yang lalu.

Budaya dan Tradisi

Mayoritas keluarga yang tinggal di lembah ini adalah Kist, keturunan pemukim Chechnya dan Ingush yang bermigrasi ke Georgia pada abad ke-19. Mereka berbicara bahasa Chechnya, serta bahasa Georgia dan kadang-kadang bahasa Rusia. Mereka mengikuti tradisi Sufi dan Sunni Muslim di sebuah negara yang mayoritas beragama Kristen Ortodoks. Setiap Jumat, wanita dari seluruh lembah berkumpul di Masjid Tua di desa Duisi untuk melakukan zikr, sebuah ritual yang berakar pada mistisisme Sufi.

Tantangan dan Masa Depan

Upaya untuk mengembangkan pariwisata di Pankisi Valley masih menghadapi tantangan. Pembekuan dana USAID dan pengenalan "hukum agen asing" oleh pemerintah Georgia yang membatasi penerimaan dana dari luar negeri telah meninggalkan proyek pengembangan dalam keadaan tidak pasti. Namun, upaya yang telah dilakukan telah menarik perhatian internasional. Pada tahun 2020, Lonely Planet memasukkan Pankisi dalam panduan mereka untuk Georgia, Armenia, dan Azerbaijan.

---

A

Admin

Penulis di Ngabari

Berita Terkait