Mozambik: Krisis Kemanusiaan Memburuk setelah Bantuan AS Dihentikan

A
Admin

Penulis

08 Januari 2026, 08:50 WIB 5 views 2 menit baca
Mozambik: Krisis Kemanusiaan Memburuk setelah Bantuan AS Dihentikan
Bagikan:

Mozambik, salah satu negara termiskin di Afrika, tengah menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah. Kelompok ISIS telah melancarkan serangan-serangan brutal di wilayah utara negara itu, menyebabkan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Situasi ini diperburuk dengan dihentikannya bantuan dari Amerika Serikat, yang sebelumnya merupakan salah satu sumber bantuan utama bagi negara ini.

Latar Belakang Konflik

Konflik di Mozambik telah berlangsung selama delapan tahun, dengan kelompok ISIS sebagai salah satu pihak yang terlibat. Kelompok ini telah melakukan serangan-serangan terhadap desa-desa dan kota-kota, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Pada tahun 2020, kelompok ISIS berhasil menguasai kota Mocimboa da Praia, yang merupakan salah satu kota terbesar di wilayah utara Mozambik.

Pada September 2022, pasukan Mozambik dan Rwanda berhasil merebut kembali kota Mocimboa da Praia dari kelompok ISIS. Namun, situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil, dan kelompok ISIS terus melakukan serangan-serangan terhadap desa-desa dan kota-kota.

Dihentikannya Bantuan AS

Pada Januari 2024, Amerika Serikat menghentikan bantuan kepada Mozambik, yang sebelumnya merupakan salah satu sumber bantuan utama bagi negara ini. Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengurangi bantuan kepada negara-negara yang dianggap tidak efektif dalam menggunakkan bantuan tersebut.

Akibat dihentikannya bantuan AS, banyak program bantuan yang terpaksa dihentikan, termasuk program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah Mozambik dalam menghadapi kelompok ISIS. Hal ini telah memperburuk situasi keamanan di wilayah utara Mozambik, dan memicu kebangkitan kelompok ISIS.

Krisis Kemanusiaan

Krisis kemanusiaan di Mozambik telah memburuk akibat dihentikannya bantuan AS. Banyak orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi. Menurut data PBB, lebih dari 93.000 orang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik di wilayah utara Mozambik.

Situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil, dan kelompok ISIS terus melakukan serangan-serangan terhadap desa-desa dan kota-kota. Banyak orang telah terluka atau terbunuh dalam serangan-serangan tersebut, dan infrastruktur dasar seperti rumah sakit dan sekolah telah rusak parah.

Upaya Penanggulangan

Upaya penanggulangan krisis kemanusiaan di Mozambik telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan. Namun, upaya-upaya tersebut masih belum cukup untuk menanggulangi krisis yang semakin parah.

Pemerintah Mozambik telah meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menanggulangi krisis kemanusiaan di negara tersebut. Namun, respon internasional masih belum cukup, dan krisis kemanusiaan di Mozambik terus memburuk.

A

Admin

Penulis di Ngabari

Berita Terkait