Internasional

Konflik Lebanan

A
Admin

Penulis

09 Januari 2026, 01:55 WIB 5 views 2 menit baca
Konflik Lebanan
Bagikan:


Latar Belakang Konflik



Konflik antara Israel dan Lebanon telah berlangsung lama, dengan Hezbollah sebagai salah satu kelompok militan utama di selatan Lebanon. Pada tahun 2023, konflik ini memuncak setelah serangan Hamas terhadap Israel, yang kemudian diikuti oleh serangan balasan Israel. Setelah lebih dari setahun konflik, kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata pada November 2024.



Peran Lebanon dalam Membuang Senjata



Lebanon telah berkomitmen untuk membuang senjata kelompok militan di selatan negara itu, terutama di bawah sungai Litani, yang merupakan garis pembatas yang ditetapkan oleh PBB. Angkatan Darat Lebanon menyatakan bahwa mereka telah mencapai tahap lanjut dalam rencana mereka untuk membuang senjata, setelah mencapai tujuan fase pertama dengan efektif dan nyata di lapangan.



Namun, Israel tetap skeptis tentang kemajuan ini, menyatakan bahwa upaya Lebanon belum cukup untuk memenuhi persyaratan gencatan senjata. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Hezbollah harus sepenuhnya dibuang senjatanya, dan bahwa bukti menunjukkan bahwa kelompok militan ini terus berusaha untuk membangun kembali infrastruktur teror mereka dengan dukungan Iran.



Reaksi Internasional



Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, menyambut baik pengumuman Lebanon dan menyatakan bahwa ini merupakan kemajuan yang tidak dapat disangkal. Namun, ia juga menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan akhir.



Di sisi lain, Israel terus melakukan serangan udara di Lebanon, yang mereka klaim sebagai upaya untuk mencegah Hezbollah membangun kembali kekuatan militernya. Namun, serangan-serangan ini telah mendapat kecaman dari PBB dan lain-lain, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar gencatan senjata dan menghambat kemajuan yang telah dicapai.


A

Admin

Penulis di Ngabari

Berita Terkait