Pengakuan Ammar Zoni atas Keterlibatannya dalam Kasus Narkotika di Rutan Salemba
Penulis
Pengakuan Ammar Zoni
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat baru-baru ini menyaksikan sidang lanjutan kasus narkotika yang melibatkan Ammar Zoni, seorang tokoh publik figur yang terkenal. Dalam sidang tersebut, Ammar Zoni mengakui keterlibatannya dalam kasus penjualan narkotika di dalam Rutan Salemba. Pengakuan ini disertai dengan tangisan, menunjukkan penyesalan yang mendalam atas tindakannya.
Menurut jaksa, Ammar Zoni didakwa bersama lima terdakwa lainnya, yaitu Asep bin Sarikin, Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, Andi Muallim alias Koh Andi, Ade Candra Maulana bin Mursalih, dan Muhammad Rivaldi. Mereka semua dituduh melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.
Kronologi Kasus
Kasus ini diduga telah terjadi sejak 31 Desember 2024. Ammar Zoni, bersama dengan terdakwa lainnya, telah melakukan transaksi narkotika di dalam Rutan Salemba. Dalam sidang lanjutan, Ammar Zoni mengakui perbuatannya dan menangis, mengungkapkan dirinya ingin pulang. Ia juga mengakui bahwa ini merupakan kesempatan keempat baginya untuk tersandung dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
Jaksa kemudian mengingatkan Ammar Zoni agar mengambil hikmah dari kasus-kasus yang telah menjeratnya. Sebagai publik figur, Ammar Zoni seharusnya bisa melanjutkan karirnya dengan baik, tetapi malah terlibat dalam kasus narkotika. Jaksa berharap bahwa setelah kasus ini selesai, Ammar Zoni dapat memulai kembali karirnya dengan lebih baik.
Penyesalan Ammar Zoni
Dalam sidang, Ammar Zoni terlihat menangis dan mengusap matanya. Ia mengakui bahwa dirinya bersalah karena telah mengetahui adanya peredaran narkoba di Lapas, tapi tidak diberi tahu. Ammar Zoni mengungkapkan penyesalannya atas tindakannya dan berharap dapat memulai kembali hidupnya dengan lebih baik setelah kasus ini selesai.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi Ammar Zoni dan masyarakat luas tentang bahaya narkotika dan pentingnya menjauhkan diri dari pengaruhnya. Dengan pengakuan Ammar Zoni, diharapkan dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk tidak terlibat dalam kasus narkotika dan memulai kembali hidup dengan lebih baik.
Admin
Penulis di Ngabari