Microservices vs Monolith: Panduan Memilih Arsitektur yang Tepat
A
Admin
Penulis
Keputusan antara microservices dan monolith memiliki dampak jangka panjang. Mari analisis kedua pendekatan.
Monolith
Semua fitur dalam satu codebase dan deployment unit.
Kelebihan: Simple deployment, easier debugging, no network latency antar services.
Cocok untuk: Startup, team kecil, domain yang belum complex.
Microservices
Aplikasi dipecah menjadi services kecil yang independen.
Kelebihan: Scalability, technology flexibility, team autonomy.
Cocok untuk: Large teams, complex domains, high scale requirements.
Modular Monolith
Pendekatan hybrid: Monolith dengan boundaries yang jelas. Dapat di-split menjadi microservices ketika dibutuhkan.
A
Admin
Penulis di Ngabari