Teknologi

Microservices vs Monolith: Panduan Memilih Arsitektur yang Tepat

A
Admin

Penulis

04 Januari 2026, 15:45 WIB 11,059 views 1 menit baca
Bagikan:

Keputusan antara microservices dan monolith memiliki dampak jangka panjang. Mari analisis kedua pendekatan.

Monolith

Semua fitur dalam satu codebase dan deployment unit.

Kelebihan: Simple deployment, easier debugging, no network latency antar services.

Cocok untuk: Startup, team kecil, domain yang belum complex.

Microservices

Aplikasi dipecah menjadi services kecil yang independen.

Kelebihan: Scalability, technology flexibility, team autonomy.

Cocok untuk: Large teams, complex domains, high scale requirements.

Modular Monolith

Pendekatan hybrid: Monolith dengan boundaries yang jelas. Dapat di-split menjadi microservices ketika dibutuhkan.

A

Admin

Penulis di Ngabari

Berita Terkait